Hati-Hati Mendapat Penalti Google, Ini 3 Hal Yang Dianggap Pelanggaran

Hati-Hati Mendapat Penalti Google

Untuk mengingkatkan popularitas halaman website yang akan berdampak pada meningkatnya jumlah pengunjung, teknik jasa backlink pbn memiliki beragam cara untuk mewujudkannya. Mulai dari menerapkan struktur konten yang baik, keyword yang relevan dengan konten, lamanya waktu loading, kemudahan user experience sampai membangun link baik ke luar maupun ke dalam halaman website. 

Tentunya untuk mendapatkan popularitas dengan reputasi yang baik, setiap website harus mengupayakan upaya terbaik pula. Dan jangan sekali-kali berpikir bahwa upaya ini hanya memakan waktu singkat. Setidaknya enam bulan sampai satu tahun dari penerapan SEO pada halaman website berjalan baru kamu bisa melihat hasilnya. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa mendapat peringkat teratas di halaman pertama mesin pencari menjadi begitu bergengsi dan memuaskan. Kamu bisa bayangkan betapa sulitnya pada masa awal-awal membangun reputasi website

Waspada Penalti Google, Pelajari Bentuk Pelanggaran Berikut Ini

Namun sejumlah cara dalam meningkatkan popularitas halaman website pun akan dipertimbangkan Google dalam menentukan kualitas konten, reputasi website serta jumlah trafik yang datang. Apabila Google menemukan sejumlah indikasi kecurangan atau pelanggaran yang dilakukan oleh website, maka siap-siap untuk mendapatkan penalti. Kecurangan bisa terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja. Agar kamu tidak terjebak dalam ketidaktahuan sebelum dikenakan penalti, kami telah rangkumkan beberapa pelanggaran terhadap peraturan Google. Yuk simak ulasannya berikut ini.

1. Duplicate Content Dan Low Quality Content

Sejak awal harus disepakati bahwa basis mengembangkan website adalah konten. Apa yang hendak kamu tampilkan pada websitemu kalau bukan konten, bukan? Namun konten itu sendiri memiliki sejumlah kriteria. Sehingga tidak bisa dibuat dengan seadanya. Beberapa di antara kriteria konten adalah mengandung keyword, struktur yang jelas, penulisan yang baik serta menggunakan font yang mudah dibaca. Di samping itu konten yang kamu muat juga harus berkualitas. 

Ternyata dengan beberapa kriteria di atas pun masih belum cukup. Kamu juga harus pastikan bahwa kontenmu adalah original. Artinya kamu tidak membuat konten duplikasi yang diambil dari website lain. Dengan kata lain kamu mengcopy paste artikel ke websitemu. Jika pada saat user memasukkan sejumlah keyword dan ditemukan dua situs dengan konten yang sama, maka Google akan menyatakan little or no added value. Hal ini dikategorikan ke dalam pelanggaran dengan penalti berupa pengurangan trafik website sebesar 5-50%.

2. Algoritma Panda

Setelah diterbitkan pada tahun 2011 silam, Algoritma Panda dibuat oleh Google untuk melakukan pemeriksaan terhadap kualitas konten website melalui sejumlah pertanyaan rahasia. Hasil dari algoritma ini akan menyotir hasil pencarian, sehingga konten yang buruk tidak akan muncul. Beberapa di antaranya adalah mempertanyakan tentang kredibilitas informasi yang dimuat website, seberapa besar kepercayaan user terhadap isi artikel, apakah artikel memuat konten duplikat, meminta informasi kartu kredit, konten yang buruk, terlalu pendek atau pun tidak menarik. Algoritma Panda tidak bisa dianggap enteng. Sebab jika kamu memiliki masalah sekali pun hanya bagian kecilnya saja, semua bagian website akan terdampak penalti.

3. Algoritma Penguin

Berbeda dari Algoritma Panda yang mengawasi kualitas konten, Algoritma Penguin mengawasi bagian backlink. Algoritma Penguin didesain untuk menemukan unnatural link. Unnatural link berbarti tautan link yang dibuat dengan adanya keterlibatan kamu sebagai pemiliki website misalnya dengan menggunakan link berbayar atau pun memberikan link dari sumber yang tidak kredibel dan memiliki spam link. 

Ada kasus di mana Algoritma Penguin tidak memberikan penalti kepada website yang kedapatan melakukan pelanggaran, hanya saja reputasi website akan dikurangi nilainya. Pada kasus lain, Algoritma Penguin memberikan penalti berupa pengurangan trafik.

Related posts