Ini Loh Pentingnya Menciptakan Lingkungan Tanpa Asap Rokok

 

Merokok merupakan perbuatan buruk yang tidak hanya berdampak negatif bagi pelakunya, namun juga orang-orang di sekitarnya. Saat seseorang merokok, asap yang dihasilkan tidak semuanya masuk ke paru-paru perokok, tetapi sebagian besar justru dilepaskan ke udara sehingga terhirup oleh orang lain yang tidak merorok.

Di lingkungan masyarakat yang menginginkan lingkungan tanpa asap rokok, banyak peringatan yang berisi Tanda dilarang merokok terpampang di papan besar di pinggir jalan. Mereka berharap peringatan tersebut dapat menyadarkan para perokok bahwa setiap orang berhak menghirup udara bersih serta terhindar dari asap rokok yang mengandung zat-zat berbahaya dan menjadi pemicu munculnya berbagai macam penyakit.

Masyarakat Dilarang Merokok di Lingkungan Tanpa Asap Rokok

 

Badan Kesehatan Dunia menyatakan bahwa terdapat lebih dari 7 juta kematian yang terjadi akibat penyakit yang dipicu asap rokok setiap tahunnya. Kematian tersebut tidak hanya menimpa para perokok aktif di seluruh dunia, karena faktanya tercatat bahwa 890.000 kasusnya terjadi pada perokok pasif yang tidak ikut merokok tetapi terpapar asap rokok dalam jangka waktu cukup panjang.

Karena kasus yang meresahkan tersebut, peringatan dilarang untuk merokok terus digencarkan pelopor lingkungan tanpa asap rokok di semua kalangan masyarakat. Peringatan dilengkapi dengan pemahaman mengenai bahaya rokok yang ditimbulkan bagi tubuh dan anggota keluarga serta orang lain yang berada di sekitarnya sehingga diharapkan jumlah perokok menurun sedikit demi sedikit.

Selain orang dewasa, kini banyak remaja yang ikut-ikutan menjadi perokok dan menyumbang asap berbahaya bagi lingkungan. Asap rokok yang tidak hilang begitu saja dan tetap bertahan di udara hingga berjam-jam serta dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit berat karena setidaknya 4000 bahan kimia ada di sana. Oleh karena itu, upaya menciptakan lingkungan tanpa asap rokok harus segera dijalankan di lingkungan masyarakat desa maupun kota dan diberlakukan untuk semua kalangan. Upaya tersebut dapat dimulai dengan memberi peringatan dilarang merokok yang kemudian diikuti dengan kegiatan penyuluhan hingga membuat sanksi tertulis apabila ada masyarakat yang merokok apalagi di depan anak-anak dan ibu hamil.

Related posts