Klasifikasi Jenis Pasir untuk Material Bangunan

Konstruski tak hanya perkara membangun sebuah gedung/bangunan, memperbaiki jalan aspal atau beton juga termasuk dalam bidang konstruksi. Saat melakukan pekerjaan konstruksi diperlukan material bangunan itu sendiri dari bahan, alat berat, dan perlengkapan keselamatan kerja. Izin pembangunan juga harus diselesaikan sebelum aktivitas dimulai.

Jika dijabarkan, bahan bangunan umumnya terdiri dari pasir, semen, batako, dan bahan lainnya tergantung dari konstruksi apa yang akan dikerjakan (gedung, jalan, atau rumah). Sedangkan peralatan dan perlengkapan keselamatan kerja mulai dari sekop, alat pencampur semen, ayakan pasir, vibrator exen, helm keselamatan, sepatu boot, kacamata pelindung, dan masih banyak lagi.

Terlepas dari hal itu, pasir nampaknya selalu menjadi material yang selalu ada dalam konstruksi bangunan. Merangkum dari berbagai sumber, berikut jenis-jenis pasir yang biasanya digunakan untuk material bangunan.

Jenis-jenis pasir yang biasanya untuk bahan bangunan

tidak semua jenis pasir cocok digunakan untuk bahan bangunan. Pasalnya tekstur pasir beragam, ada yang menggumpal jika digenggam, puyar, halus, dan keras. Semua sifat itulah yang menentukan apakah pasir cocok dijadikan sebagai campuran bahan bangunan. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Pasir sungai

Sesuai dengan sebutannya, pasir ini berasal dari sungai yang merupakan hasil dari pengikisan bebatuan sungai. Butiran pasir ini cukup baik yaitu berada di kisaran 0,063 mm – 5 mm. Kendati demikian, jenis pasir sungai biasanya hanya digunakan untuk bahan campuran.

Klasifikasi Jenis Pasir untuk Material Bangunan

2. Pasir elod

Jenis pasir ini memiliki tekstur yang padat karena apabila dikepal/digenggam pasir akan menggumpal dan tidak buyar.  Bukan seratus persen pasir, melainkan masih ada campuran tanah sehingga warnanya cenderung hitam. Karena kurang bagus untuk material bangunan, pasir elod biasanya hanya digunakan untuk campuran pasir beton.

3. Pasir beton

Pasir beton memiliki tekstur yang cukup halus. Warnanya hitam dan jika dikepal akan puyar kembali (tidak menggumpal). Sangat cocok untuk bahan pengecoran, pemasangan batu/bata, dan pondasi.

Oleh sebab itu jika Anda sedang melakukan kegiatan konstruksi mengecor jalan, tembok, atau lainnya, gunakanlah pasir beton. Jangan lupa juga menggunakan alat vibrator exen supaya hasil coran lebih padat dan tidak meninggalkan udara dalam campuran.

Related posts