Rancang Study Tour Sekolah Makin Nyaman dan Menyenangkan!

Study Tour adalah kegiatan yang paling ditunggu-tunggu anak-anak sekolahan. Selama satu hari, murid-murid bisa terlepas dari beban pelajaran dan bersenang-senang. Mereka juga bisa mengunjungi tempat baru yang belum pernah mereka datangi sebelumnya.Umumnya, sekolah pasti mengadakan study tour untuk muridnya. Bahkan, sekolah di kota-kota besar seperti Jakarta biasa mengadakan dua kali study tour dalam 1 tahun untuk murid mereka. Lantas kira-kira apa saja yang dilakukan sekolah untuk membuat study tour semakin menyenangkan dan nyaman?

Study Tour Sekolah

Tentukan Tujuan Study Tour

Tujuan study tour sangat penting untuk dipertimbangkan. Umumnya, sekolah menentukan tujuan study tour berdasarkan jenjang pendidikan muridnya. 

1. Study Tour KB/TK

Usia Kelompok Belajar (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) adalah usia mereka penasaran dengan banyak hal. Oleh karena itu, anak TK akan sangat senang study tour ke tempat yang tujuannya bermain. Selain itu, usia mereka juga usia yang senang berinteraksi dengan hewan. Sekolah bisa mengajak anak KB/TK ke kebun binatang ragunan, taman safari atau seaworld ancol.

2. Study Tour SD

Ketika beranjak ke sekolah dasar, anak-anak sudah semakin pintar bersosialisasi namun juga masih dalam tahap ingin bersenang-senang. Usia ini juga usia mereka penasaran dengan kehidupan orang dewasa. Oleh karena itu, usia SD akan sangat cocok berkunjung ke Kidzania, kampung wisata sentul, atau taman mekarsari. Disini, mereka bisa berinteraksi dengan dunia sekitar dan juga beraktivitas untuk menghibur mereka.

3. Study Tour SMP

Ketika sudah memasuki tahap SMP, murid sudah semakin dewasa. Mereka pasti akan merasa bosan dengan study tour yang hanya bermain-main seperti anak-anak. Sekolah bisa membawa murid SMP untuk outbound atau mengunjungi panti sosial. Selain itu, Sekolah juga bisa mengajak muridnya pergi ke museum tertentu yang sesuai dengan kurikulum dari sekolah. Misalnya, apabila murid sedang belajar Sejarah Indonesia, Sekolah bisa mengajak murid ke museum PETA. 

Pembagian Kelompok dan Pembimbing Study Tour

Ketika study tour, guru-guru akan kelabakan mengurus banyaknya murid di tempat asing. Apalagi, apabila usia murid masih sangat belia. Guru harus ekstra tenaga untuk mengatur anak-anak yang sangat ‘bandel’ ketika mengunjungi tempat asing. Anak-anak cenderung lebih susah diatur karena mereka akan berlarian ke sana kemari saking senangnya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pembagian kelompok dan pembimbing study tour. Dengan ini, murid-murid dapat lebih mudah diatur dan diawasi oleh guru yang bertanggung jawab. Study tour tentunya akan lebih aman, bukan?

Sewa Bus Pariwisata sebagai Transportasi

Untuk bisa sampai ke tempat tujuan study tour, sekolah harus menggunakan transportasi memadai yang dapat menampung seluruh murid. Oleh karena itu, umumnya sekolah melakukan sewa bus pariwisata. Rata-rata sekolah di Jakarta pasti sudah memilki langganan sewa bus pariwisata Jakarta untuk study tour murid mereka. Jasa sewa tersebut tentunya harus berpengalaman dan menawarkan fasilitas yang berkualitas. Sekolah bisa melakukan negosiasi durasi peminjaman serta rincian biaya untuk sewa bus tersebut. Apabila perjalanan tidak nyaman, maka suasana seru study tour juga akan berkurang.

Siapkan Konsumsi yang Cukup

Konsumsi juga merupakan aspek penting yang nggak boleh ditinggalkan. Sekolah harus menyediakan konsumsi yang cukup sesuai dengan durasi study tour yang dirancang mereka. Apabila study tour memakan waktu yang lama dari pagi hingga malam, maka sekolah harus menyiapkan sarapan, makan siang juga makan malam untuk muridnya. Untuk memesan konsumsi, sekolah bisa mencari catering yang memiliki harga terjangkau namun juga gizi yang baik. 

Related posts